laila istiana
Laila Istiana – Zamrud Khatulistiwa. Ya, ungkapan tersebut adalah salah satu ungkapan yang sering digunakan untuk mendeskripsikan negeri ini, hanya saja, belum banyak orang yang mampu memaknai ungkapan tersebut dengan benar. Secara sekilas, julukan “Zamrud Khatulistiwa” hanya menggambarkan bagaimana Indonesia menjadi negeri yang indah dengan kekayaan alam berlimpah dan terletak di garis khatulistiwa.
Namun jika dimaknai secara lebih mendalam, ungkapan tersebut menyiratkan bahwa terdapat banyak potensi dalam negri yang dapat digali dan dimanfaatkan untuk menjadi negara paling makmur di sepanjang garis khatulistiwa. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki bukan hanya sumber daya alamnya yang berlimpah, namun juga kondisi geografis yang menjadikan Indonesia memiliki berbagai pemandangan alam yang indah dan luar biasa.
Jika sumber daya alam membutuhkan beberapa proses dalam pengolahannya, pemandangan alam di Indonesia dapat meningkatkan berbagai aspek kehidupan masyarakat sekitar dengan proses yang lebih sederhana dan peluang untuk meningkatkan pendapatan negara pun menjadi lebih tinggi. Sayangnya, belum banyak orang yang menyadari hal tersebut. Beruntung, Ibu Hj. Laila Istiana DS, SE mampu membidik peluang tersebut. Ibu Hj. Laila Istiana DS, SE, atau yang biasa disapa Ibu Laila, adalah salah satu anggota DPR-RI terpilih, periode 2014-2019 dari Partai Amanat Nasional. Beliau mewaikili Dapil Jawa Tengah IV (Wonogiri, Karanganyar, Sragen) dan menduduki posisi Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, olahraga dan kepemudaan pada periode tersebut.
Dalam Rapat Kerja Komisi X, beliau mengungkapkan aspirasinya mengenai peningkatan fasilitas di setiap objek pariwisata supaya dapat menjadi lokasi wisata yang ideal dan mampu menarik wisatawan lebih banyak lagi. Seperti yang sudah menjadi rahasia umum, fasilitas di berbagai objek wisata sepeti toilet, tempat makan, rest area, maupun lokasi parkirnya terkadang kurang memadai. Padahal selain objek wisata sendiri, masalah fasilitas sarana pra sarana di lokasi wisata adalah salah satu hal yang dipertimbangkan oleh para pelancong sebelum mengunjungi suatu objek wisata. Ibu Laila menyampaikan aspirasi rakyat yang terkadang menyayangkan kondisi objek wisata potensial yang belum didukung dengan fasilitas yang baik.
Dalam kunjungannya ke kawasan wisata Dieng dalam rangka meninjau perkembangan kawasan wisata Dieng, Ibu Laila mengungkapkan hasil observasinya bahwa lama tinggal wisatawan relative singkat dan atraksi wisata belum tergarap dengan baik. selain itu, aksesibilitas belum memenuhi syarat sebagai destinasi pariwisata nasional dan amenitas masih sangat terbatas. Padahal, apabila perbaikan objek wisata segera dilakukan, terdapat umpan balik positif yang akan didapatkan oleh pemerintah maupun masyarakat sekitar. Beliau menilai, terdapat rantai yang menghubungkan antara kondisi wisata ideal dengan penurunan tingkat pengangguran penduduk setempat. Objek wisata juga dapat meningkatkan eksistensi desa di mata dunia, yangmana otomatis akan membuka peluang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
Ibu Hj. Laila Istiana DS, SE mengharapkan adanya perhatian khusus dari pemerintah dalam mengembangkan fasilitas di sektor pariwisata desa, khususnya di daerah-daerah wisata yang belum banyak dikenal oleh para wisatawan. Dengan mengembangkan sector pariwisata, pemerintah sama dengan membuka peluang kerja bagi masyarakat desa, bahkan untuk mereka dengan tingkat pendidikan rendah. Hanya saja, dalam setiap pengembangan tersebut perlu dilakukan peninjauan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa program yang dicanangkan sudah terlaksana sebagaimana yang diharapkan. Beliau juga mengusulkan untuk memperbanyak workshop ataupun penyuluhan tetang mekanisme pengelolaan objek wisata desa supaya terdapat lebih banyak lagi wilayah yang mampu mengelola potensi daerahnya secara mandiri dengan maksimal. Info detail, berita dan kegiatan ibu Hj. Laila Istiana DS, SE bisa klik www.LailaIstiana.Id