Tim LPPM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menginisiasi program pengabdian untuk meningkatkan mutu dan kapasitas produksi Strudel Carica, produk olahan khas Wonosobo yang dikembangkan bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Berkah Mandiri. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan daya saing UMKM olahan carica melalui inovasi teknologi pangan, peningkatan standar mutu, serta penguatan pemasaran dan branding.
Unsoed Dampingi Pengembangan Strudel Carica
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed melaksanakan program bertajuk “Diseminasi dan Pendampingan untuk Meningkatkan Mutu dan Kapasitas Produksi Strudel Carica” bekerja sama dengan KUB Berkah Mandiri, Wonosobo. Tim diketuai Dr. Furqon, S.TP., M.Si dengan anggota Dr. Santi Dwi Astuti, S.TP., M.Si, Laksmi Putri Ayuningtyas, S.TP., M.Sc., dan Dr. Ervina Mela, S.T., M.T.
Program ini berfokus pada pengembangan produk strudel berbahan dasar carica, buah khas Dataran Tinggi Dieng yang selama ini lebih banyak diolah menjadi manisan atau sirup. Melalui inovasi olahan pastry modern, strudel carica diharapkan membuka ceruk pasar baru sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi pelaku UMKM daerah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat berjalan lancar berkat dukungan dan pendanaan dari LPPM Unsoed melalui skema berbasis ipteks.
Tahapan Kegiatan dan Transfer Teknologi
Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui beberapa tahapan sistematis, dimulai dari sosialisasi program kepada mitra KUB Berkah Mandiri mengenai urgensi peningkatan mutu produk dan peluang pasar olahan carica. Pada tahap ini, tim memetakan kebutuhan mitra sekaligus menyepakati rencana kerja pendampingan.
Tahap berikutnya berupa pelatihan dan transfer teknologi pembuatan Strudel Carica dengan pendampingan langsung dari tim ahli pangan dan pascapanen Unsoed. Kegiatan mencakup praktik pengolahan, pengaturan komposisi bahan, serta uji coba formula adonan untuk mendapatkan mutu produk yang konsisten.
Penguatan Produksi dan Standar Mutu
Untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi, tim juga memfasilitasi pengadaan oven deck sebagai peralatan utama dalam proses pemanggangan strudel. Peralatan ini diharapkan mampu mendorong produktivitas sekaligus menjaga kualitas produk agar seragam.
Pendampingan turut mencakup aspek manajemen produksi, penerapan standar keamanan pangan, dan perbaikan tata kelola usaha. Penguatan ini menjadi landasan bagi KUB Berkah Mandiri agar mampu memenuhi permintaan pasar secara berkelanjutan dengan mutu yang terjaga.
Branding, Sertifikasi, dan Pemasaran Digital
Anggota tim, Dr. Santi Dwi Astuti, menekankan pentingnya penguatan branding dan sertifikasi produk agar Strudel Carica memiliki daya saing di tingkat nasional. Tim membantu mitra dalam penyusunan label produk, pengurusan izin edar, serta persiapan pemenuhan persyaratan sertifikasi yang relevan.
Di sisi pemasaran, tim mendorong pemanfaatan strategi pemasaran digital agar Strudel Carica lebih mudah dikenali dan diakses konsumen. Optimalisasi kanal daring diharapkan memperluas jangkauan pemasaran, tidak hanya di Wonosobo tetapi juga ke berbagai daerah lain.
Harapan Mitra dan Rencana Lanjutan
Pimpinan KUB Berkah Mandiri, Wekso Pribiantoro (Toro), pemilik merek “PATARA”, menyampaikan harapan besar terhadap program ini bagi pengembangan usaha, peningkatan mutu, dan diversifikasi produk carica, khususnya Strudel Carica yang sedang dikembangkan. Ia menilai pendampingan perguruan tinggi membuka peluang lebih luas bagi UMKM lokal untuk naik kelas.
Ketua tim, Furqon, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Unsoed dalam memberdayakan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan pendampingan intensif, KUB Berkah Mandiri diharapkan tumbuh menjadi sentra produksi Strudel Carica yang berkualitas dan berkelanjutan.
Dukungan Berkelanjutan dan Ikon Oleh-oleh Baru
Program tidak berhenti pada tahapan pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara optimal. Tim juga merencanakan skema inkubasi bisnis bersama LPPM Unsoed agar usaha mitra mampu berkembang mandiri.
Melalui kegiatan ini, Unsoed mempertegas peran perguruan tinggi dalam pengembangan potensi lokal dan penguatan kolaborasi dengan masyarakat. Produk Strudel Carica Berkah Mandiri diharapkan hadir sebagai ikon baru oleh-oleh khas Wonosobo, yang tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergi ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat (Oktober 2025)